Sebelumnya, saya berani bersumpah atas kisah ini bahwa kisah ini benar.
Pada hari Jumat, tanggal 26 Novemver 2010 tepatnya kurang lebih jam 7:00am saya berangkat dari rumah di Purworejo untuk menuju Kos di Jl.Kaliurang KM15, Yogyakarta. Pagi-pagi saya berangkat berbekal restu dan doa dari orang tua, tentunya saya juga berdoa untuk keselamatan saya sendiri. Keberangkatan saya mengendarai motor dan tiba kurang lebih pukul 8:30am. Sesampai di kosan dalam hati saya "Kok sepi, pada belum balik atau pada belum bangun??".
Untuk mengisi kekosongan, saya membersihkan kamar dan sekitarnya. Biasa, baru kena abu vulkanik akibat tragedi letusan gunung berapi pada 26 Oktober 2010, kamar kotor maka saya pel 2 kali sampai lantainya bersih dari debu. Tak tanggung-tanggung, semua yang di sudut-sudut kolong di bawah komputer, yang berserakan kabel istrik (sudah dimatiin), dll saya lap dengan kain basah supaya nampak bersih. Sampai rak piring saya angkat 1 raknya ke kamar mandi, semua saya sikat. Tak lupa kamar mandi yang sudah dibersihkan sebelumnya sama anak kos, saya bersihkan lagi karena ada yang masih terlihat berdebu dan mengkarat. Depan kamar juga tak luput dari pel kain yang saya pakai. Dapat dibayangkan betapa lelahnya membersihkan dengan ketelatenan tinggi, hahahaa ... hiper, tapi beneran kok. Apalagi sebelumnya saya baru melakukan biker ke Gungung Wonosobo dan berlanjut ke Banjar Negara dengan cuaca hujan deras. Kurang lebih kerjaan selesai pukul 11:11am. Kipas angin berputar untuk mendinginkan badan yang bercucuran keringat. Ketika kondisi suhu tubuh telah stabil, saya mandi untuk siap-siap berangkat ke masjid untuk menjalankan kewajiban shalat Jum'ah.
Tepat setelah jumatan kira-kira pukul 1:30pm, saya dkk makan siang. Dengan perut kenyang, badan ini serasa belum mau istirahat, dan setelah tiba di kos, aktifitas blog wallking, ngoprek, dan tak lupa ^^ facebookan berjalan hingga adzhan maghrib berkumandang, yang tak lupa sudah shalat azhar terlebih dahulu.
Kondisi badan sudah melabil, badan berkeringatan tapi serasa dingin sekali. Saya berinisiatif, sebelum melanjutkan aktifitas, segelas air hangat tersedot dan masuk ke lambung saya demi kestabilan suhu tubuh. Cara tersebut tidak berhasil, maka saya lanjutkan dengan shalat maghrib dan membaca Al-Qur'an sesuai kebiasaan saya. Waktu isha' telah tiba, maka shalat isha' pun didirikan dan kami anak kos pergi makan malam. Sepulang dari makan malam, aktifitas pun kacau balau.. gara-gara perut serasa dikocak-kocak. Bolak-balik kamar mandi pun tak dapat dihindarkan. Saya coba minum obat dan bergegas tidur, tapi tidur pun belum terlaksana karena perut kembali sakit.
Sekitar jam 10:00pm atau jam berapa tak terhiraukan karena konsentrasi pun sudah buyar, sampai tak lama tertidur nyenyap dengan sendirinya. Ditengah nyenyaknya malam, saya sayup-sayup mendengar suara mas Fijay datang dari mulut si X, saya pun terbangun. Heran sekaligus setengah mengelus dada, "Kenapa tidak ada sopan santunnya malam-malam teriak.. Tapi saya memaklumi, mungkin dunia dia sangat berbeda dengan dunia didikan orang tua saya.. hmm...". Tiba-tiba setelah terbangun saya merasakan sakit yang luar biasa. Tertidur lagi..... Terbangun lagi saat hampir semua anak kos tertidur, saya pun terbangun kedua kalinya. Rasa sakit terasa di seluruh badan. Setelah itu obat pun masuk kembali ke lambung dengan bantuan air putih. Baru saja masuk, perut terasa sangat mual, serasa mau muntah. Eh beneran, sekali muntah tak cukup menghentikan mual saya. Sampai muntah yang kedua, seluruh makanan dan minuman yang telah terkonsumsi keluar semua. SAAT SAAT ITU, tepatnya di kamar mandi.. PIKIRAN SAYA KEMANA-MANA, TAK TAHU YANG HARUS DILAKUKAN.. BEGITU SAKITNYA, MUNGKIN PREMAN PANGKALAN PUN TAK DAPAT MENAHANNYA JIKA RASA SAKIT INI IA RASAKAN. HANYA ALLAH, ISTIGHFAR, DAN KALIMAT SAHADAT TERUCAP DARI MULUT.. SERASA SUDAH PASRAH, SUDAH LEMAS, SERASA TAK KUAT.. PIKIRAN SAYA, "RASANYA MAU MATI SAJA".. INGATAN PUN BERPUTAR, HAL-HAL APA YANG SUDAH SAYA LAKUKAN DI DUNIA INI TERBACA KEMBALI, SERASA BELUM SIAP, SAYA PUN BERTEKAT MELAWAN INI SEMUA.. YA ALLAH, YA ALLAH, YA ALLAH, TAWAKAL WAJIB HUKUMNYA SAAT ITU.. ALHAMDULILLAH TERUCAP DI BIBIR DAN HATI SAYA MENGATAKAN RASA SYUKUR KARENA WAKTU KRITIS SAYA TELAH USAI..

Kurang lebih pukul 1:30am, saya tiba-tiba berfikir, saya coba baca Al-Qur'an lagi atau kah shalat. Kemudia saya akhirnya bergegas mengambil air wudlu untuk shalat TAHAJUD. Shalat Tahajud dengan formasi 443 terlaksana. Empat rakaat pertama berhenti dan doa serta rasa syukur terpanjatkan kepada ALLAH SWT, diiringi air mata yang tak bisa terbendung lagi karena ketukan ini sangatlah berarti buat saya pribadi. Empat rakaat kedua pun diakhiri dengan doa kembali. Serta ditutup dengan shalat witir 3 rakat (walau tenaga sudah minim, saya bertekad menyelesaikannya).. ditutup dengan doa pamungkas serta doa sapu jagad.
Setengah Jam pun terpakai untuk shalat dan berdoa, setelah itu saya coba untuk berbaring dan akhirnya tertidur kembali yang sebelumnya saya membaca doa mau tidur dan saya berdoa kembali dengan bahasa seadanya, karena waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 2:00am, kira-kira seperti ini "YA ALLAH, BANGUNKAN SAYA SAAT WAKTU SUBUH TIBA NANTI ..AMIN,, DAN SEMOGA SAAT TERBANGUN BADAN SAYA SUDAH SEMBUH DAN BERTENAGA..". Tiba-Tiba saat azhan subuh pun berkumandang, saya terbangun dan SANGATLAH BERSYUKUR, YA ALLAH TERIMAKASIH ENGKAU TELAH KABULKAN BEBERAPA DOA SAYA, SAYA SEMAKIN PERCAYA SAMA ENGKAU YA ALLAH, ENGKAU MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG..
Akhirnya saya shalat subuh dan tiba-tiba terfikir olehku, apa sebaiknya saya berbagi pengalaman kepada teman-teman ya.... Akhirnya dengan niat insyaAllah mulia ini, saya membuat postingan blog.. walau kondisi masih belum begitu stabil, SAYA YAKIN, DENGAN NIAT BAIK PASTI HASILNYA JUGA BAIK.. Alhamdulillah, Satu setengah jaman menulis artikel, kondisi saya masih stabil, SAYA PERCAYA, INILAH BEBERAPA KARUNIA DARI ALLAH.. INSYAALAH AKAN ADA KARUNIA-KARUNIA YANG LAIN YANG SEDANG MENUNGGU.
TERIMAKASIH, SEMOGA BERMANFAAT UNTUK PERBAIKAN IMAN KITA. SEMOGA KITA SELALU DIKELILINGI RAHMATNYA. I LOVE ALLAH
JUNA